Pengumuman

RAT KOKAMI, Kamis 1 Juni 2017 jam 09.00 WIB di Sanggar Prativi Jakarta

Paradigma

Moderator: Martin T Teiseran

Re: Paradigma

Postoleh ivanwiguna38 » 13 Mar 2010, 23:21

Renungan yang bagus pak martin.. Tentang ciri2 orang sombong nomor 1, kenapa menggunakan kata AKU dan KAMU malah menjadi ciri2 orang sombong? bukankah kata aku dan kamu termasuk kata yang sopan? kalau begitu, apakah kata yang lebih cocok?
ivanwiguna38
Kikir
Kikir
 
Post: 6
Bergabung: 25 Feb 2010, 17:54
Lokasi: Sentul - Bogor

Share On

Bagi di Facebook Facebook Bagi di Twitter Twitter

Re: Paradigma

Postoleh Martin T Teiseran » 14 Mar 2010, 18:18

Pak Ivan, mungkin antar teman masih bisa ber kamu kamu, tetapi dalam hubungan pimpinan dan bawahan, enaknya menyebut nama. Dale Carnegie mengatakan, nama adalah kata pertama yang kita dengar, maka kata itu paling enak di telinga yang punya nama. Saya dalam sebuah training leadership bertanya kepada orang orang supervisor dan staff, mereka tidak suka dipanggil dengan kamu kamu. Alasannya, apakah kepada atasan kita panggil dengan kata kamu, atau bahasa Jawa ko'e. Soal aku dan saya, maksudnya tidak menonjolkan diri ..... alasan ilmiah tidak ada, hanya alasan perasaan saja. Bukankah seorang pemimpinan adalah spikolok atau psikater?
"Oh iya salah satu lagi kesan saya adalah beliau sangat professional. Beberapa tahun setelah tamat, saya berkunjung ke ATMI dengan beberapa boss saya (orang asing) untuk recruiting lulusan ATMI, beliau memanggil saya dengan panggilan Mr. Rasyad..... wow I was thrilled and pleased......“ tulis Benyamin Rasyad dari Houston, Texas
Martin T Teiseran
geraji
geraji
 
Post: 44
Bergabung: 23 Feb 2010, 15:42
Lokasi: Semarang Indonesia

Re: Paradigma

Postoleh Martin T Teiseran » 14 Mar 2010, 19:54

Akar dosa kedua adalah pencabulan
Lambangnya kambing, bau, bau perengus, dan bendot. Dosa percabulan semakin memasyarakat, soal berdebat Tuhan kalah karena manusia pandai membuat alasan. Bacaan porno, film mudah masuk ke lingkungan paling pribadi. Tidak ada yang bisa menghalangi, kecuali takut pada Allah. Free sex, bisa bergeser sebagai bantuan sosial dan penuh kebohongan. Dosa percabulan setua usia manusia, ada sejak awal dan memang sulit di atasi. Godaan semakin mudah menghinggapi manusia, kalau tidak kuat amat mudah terjatuh.
Daud orang terurapi saja tajuh pada dosa percabulan:
11:2 Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.
11:3 Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: "Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu."
11:11 Tetapi Uria berkata kepada Daud: "Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!"
11:12 Kata Daud kepada Uria: "Tinggallah hari ini di sini. Besok aku akan melepas engkau pergi." Jadi Uria tinggal di Yerusalem pada hari itu. Keesokan harinya
11:13 Daud memanggil dia untuk makan dan minum dengan dia, dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring tidur di tempat tidurnya, bersama-sama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya. dst........

Matius
5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

Paulus Rasul Agung tadinya orang yang banyak dosa, termasuk dosa percabulan: tetapi saya lupa di ayat mana........

Ada ceritera. Seorang wanita mengemudikan mobil dan malam hari mencari penginapan. Hotel sudah penuh, tetapi mendapat info ada seorang bapak sendirian di satu kamar. Ketika bertemu, wanita itu minta bisa tidur sama sama di kamar dan dia tidur di lantai, bukan anda dan saya tidak saling kenal, tolong saya harus beristirahat, besok mau menyetir mobil lagi. Malam hari wanita ini membangunkan di bapak, dan mengatakan apakah anda tidak kasihan saya tidur tanpa alas, bolehkah saya mendapapat sebuah selimut. Iapun mendapatkan sebuah selimut. Tengah malam dia membangunkan lagi, selimut satu terlalu tipis, apakah bisa mendapatkan satu lagi? Iapun mendapatkan. Lewat tengah malam ia membangunkan, apakah anda tidak kasihan saya tidur dilantai yang keras. Bolehkah saya tidur di tempat tidur bersama anda? Walaupun kesal karena terus diganggu........ mereka dua tidur di satu tempat tidur, tahankah bapak itu untuk tidak melakukan perbuatan percabulan?
Martin T Teiseran
geraji
geraji
 
Post: 44
Bergabung: 23 Feb 2010, 15:42
Lokasi: Semarang Indonesia

Re: Paradigma

Postoleh Martin T Teiseran » 18 Mar 2010, 09:05

Karena tidak ada diskusi lagi soal dosa lagi maka saya sampaikan sisa dari 7 akar dosa secara singkat saja:
Rakus, babi
Kebencian, macam
Iri hati, ular
Kemalasan, kura kura
Rakus/ tamak, kodok.

Selamat mempersiapkan pesta Kebangkitan, Paskah.
Martin T Teiseran
geraji
geraji
 
Post: 44
Bergabung: 23 Feb 2010, 15:42
Lokasi: Semarang Indonesia

Re: Paradigma

Postoleh Sin Bun » 18 Mar 2010, 12:07

Martin T Teiseran menulis:... tahankah bapak itu untuk tidak melakukan perbuatan percabulan?

Pak Martin, semua lagi tertegun membayangkan jadi si bapak..
Jadi mau diskusi agak tersendat neh.. :lol: :lol: :lol:
Sin Bun
Tap
Tap
 
Post: 111
Bergabung: 27 Jan 2010, 12:59
Lokasi: Serpong - Tangerang

Re: Paradigma

Postoleh Martin T Teiseran » 18 Mar 2010, 12:53

Maksudnya jangan memasukan diri ke percobaan pak Sin Bun, karena setan amat pintar membuat alasan untuk manusia tidak sadar masuk ke kubangan dosa.
Dosa ke tiga adalah rakus serakah.
Secara fisik manusia tidak tahan melihat makanan enak, hingga menjadikan hidupnya untuk makan. Nah secara mental lebih parah kalau kita menjadi rakus makan sesama kita. Rejeki orang lain di curi, tidak mau bersyukur dengan apa yang dimilikinya, tetapi mau mengambil milik orang lain. Karena serah kita juga tidak pemurah, kita menjadi pelit dan kikir tidak mau membantu yang lemah dan tersingkir. Melihat orang mengemis, komentar kita, badannya besar besar kok malas. Melihat anak kecil minta minta, komentar kita dimana orang tuanya yang tidak bertanggung jawab tu. Melihat orang cacat, komentarnya kasihan... yah hanya sampai kata kasihan saja.....
Martin T Teiseran
geraji
geraji
 
Post: 44
Bergabung: 23 Feb 2010, 15:42
Lokasi: Semarang Indonesia

Re: Paradigma

Postoleh JUSTFREDDY » 23 Mar 2010, 16:47

Wah, renungan yang manis pak Martin..
Mudah-mudahan saya bisa sampai ke tahap seperti bapak nantinya...
Untuk saya yang masih muda dan berjuang, kadang2 sulit untuk menerapkan idealisme dalam relasi dan komunikasi apalagi bisnis..

Nilai-nilai kebaikan agaknya menjadi sesuatu yang sangat langka hari-hari ini..orang menjadi self centre dan lupa terhadap org lain bahkan keluarga sekalipun
Yah...may God lead us not into temptation, but deliver us from evil. Amen

:idea: :idea:
JUSTFREDDY
geraji
geraji
 
Post: 27
Bergabung: 26 Feb 2010, 14:34
Lokasi: Semarang, Up above Down under

Re: Paradigma

Postoleh Martin T Teiseran » 26 Mar 2010, 13:15

Sdr Freddy, yang namanya nilai kebaikan dari dulu sampai sekarang tetap sama, yaitu jujur, disiplin, rendah hati, tulus hati, rajin, integritas hemat dsb. Yang berubah adalah manusianya. Setiap perubahan ke arah modernisasi seperti pisau bermata dua. Berakibat baik dan buruk. Kalau kita meninggalkan nilai nilai kebaikan maka dampak dari modernisasi adalah buruk.
Martin T Teiseran
geraji
geraji
 
Post: 44
Bergabung: 23 Feb 2010, 15:42
Lokasi: Semarang Indonesia

Sebelumnya

Kembali ke Training

Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu

cron